Beberapa saat lalu saya membaca sebuah artikel, yang tampaknya tak terlalu rumit tentang Trinitas. Apaka anda menyetujuinya ??? Silakan simak ......
Suatu ketika pernah seorang theolog
(bukan katolik) berkata,saat seseorang bertanya kepadanya tentang Trinitas :”
Saya tidak tertarik membicarakan aspek hitung-menghitung dalam ketuhanan.” ;
bahkan umat katolik sendiri terkadang ada yang berpikir bahwa ada kontradiksi
matematis, saat kita mengatakan “Tiga sama dengan satu.”. Tentu bukan itu
maksudnya. Yang kita maksud adalah:” Tiga Pribadi dalam satu Kodrat.”. Masalahnya
muncul, jika kita tak dapat menjelaskan kata pribadi/person dan kodrat/nature,
biasanya pembicaraan terputus ; dan dibiarkan mengambang dengan dua bilangan,
seolah hal tersebut mewakili kebenaran tertinggi tentang Allah .
Tahap awal untuk memahami arti
pribadi/person dan kodrat/nature sesungguhnya cukup sederhana. Kita gunakan
frasa kata “kodrat-saya,” yang menunjukkan ada satu pribadi,
“saya”, yang memiliki sebuah kodrat/nature. Pribadi tak
mungkin ada tanpa kodrat/nature, ada perbedaan disini, pribadi
yang memiliki kodrat, bukan sebaliknya. Sehingga kita mengatakan:” kodrat
saya,” bukan “saya kodrat.”
Selanjutnya, kita lihat bahwa pribadi
dan kodrat merupakan jawaban dari dua pertanyaan yang berbeda.
Apabila kita (katakanlah dalam tempat gelap) menyadari bahwa ada sesuatu di
dalam sebuah ruangan, kita akan bertanya, “ Apa itu?” Jika kita dapat melihat ada keberadaan seseorang
di ruangan itu, tetapi tak dapat mengetahui pasti, kita bertanya “ Siapa
itu?”. “Apa itu?” pertanyaan tentang kodrat, sedangkan
“Siapa itu?” adalah pertanyaan
mengenai pribadi.
Ada perbedaan lain yang biasanya
dipakai oleh peserta didik filsafat untuk mengerti. Kodrat saya
memutuskan apa yang dapat saya lakukan/perbuat. Saya dapat
mengangkat tangan, misalnya, karena perbuatan itu bisa dilakukan oleh
kodrat manusia; Saya makan, tertawa, tidur, berpikir,
karena semua tindakan ini berjalan karena kodrat manusia. Saya tidak
bertelur, kodrat burung yang melakukan hal itu; jika saya menggigit
orang, saya tak mengeluarkan bisa padanya, karena bisa disemburkan oleh kodrat ular; saya tak
dapat hidup dalam air, kodrat ikan yang dapat melakukannya. Namun berpikir
di lakukan oleh kodrat saya yang memutuskan perbuatan apa yang mungkin bagi
saya; saya melakukannya, saya adalah pribadi ; kodrat adalah sumber
atau asal dari seluruh operasi/tindakan, pribadi yang melakukan semuanya.
Terapkan hal di atas untuk mulai mengerti
keberadaan Allah, kita dapat melihat bahwa ada satu kodrat ilahi,
sebuah jawaban untuk pertanyaan “Apa itu Allah?”, satu sumber
atau asal dari tindakan/operasi ilahi. Namun ada tiga pribadi
yang semuanya memiliki satu kodrat. Untuk pertanyaan,” Siapa Engkau?”
masing-masing pribadi dapat memberikan jawabanNya sendiri, Bapa atau Putera
atau Roh Kudus. Tapi untuk pertanyaan “ Apakah Engkau?”
jawabannya hanya satu,” Allah.” Karena masing-masing secara total
memiliki satu Kodrat ilahi yang sama, dan Kodrat memutuskan apa keberadaannya.