Minggu, 15 September 2019

13. SEDERHANAKAH MENGERTI TRINITAS ?????

Beberapa saat lalu saya membaca sebuah artikel, yang tampaknya tak terlalu rumit tentang Trinitas. Apaka anda menyetujuinya ??? Silakan simak ......

Suatu ketika pernah seorang theolog (bukan katolik) berkata,saat seseorang bertanya kepadanya tentang Trinitas :” Saya tidak tertarik membicarakan aspek hitung-menghitung dalam ketuhanan.” ; bahkan umat katolik sendiri terkadang ada yang berpikir bahwa ada kontradiksi matematis, saat kita mengatakan “Tiga sama dengan satu.”. Tentu bukan itu maksudnya. Yang kita maksud adalah:” Tiga Pribadi dalam satu Kodrat.”. Masalahnya muncul, jika kita tak dapat menjelaskan kata pribadi/person dan kodrat/nature, biasanya pembicaraan terputus ; dan dibiarkan mengambang dengan dua bilangan, seolah hal tersebut mewakili kebenaran tertinggi tentang Allah .

Tahap awal untuk memahami arti pribadi/person dan kodrat/nature sesungguhnya cukup sederhana. Kita gunakan frasa kata “kodrat-saya,” yang menunjukkan ada satu pribadi, “saya”, yang memiliki sebuah kodrat/nature. Pribadi tak mungkin ada tanpa kodrat/nature, ada perbedaan disini, pribadi yang memiliki kodrat, bukan sebaliknya. Sehingga kita mengatakan:” kodrat saya,” bukansaya kodrat.”

Selanjutnya, kita lihat bahwa pribadi dan kodrat merupakan jawaban dari dua pertanyaan yang berbeda. Apabila kita (katakanlah dalam tempat gelap) menyadari bahwa ada sesuatu di dalam sebuah ruangan, kita akan bertanya, “ Apa itu?” Jika kita  dapat melihat ada keberadaan seseorang di ruangan itu, tetapi tak dapat mengetahui pasti, kita bertanya “ Siapa itu?”. “Apa itu?pertanyaan tentang kodrat, sedangkan  Siapa itu?” adalah pertanyaan mengenai pribadi.

Ada perbedaan lain yang biasanya dipakai oleh peserta didik filsafat untuk mengerti. Kodrat saya memutuskan apa yang dapat saya lakukan/perbuat. Saya dapat mengangkat tangan, misalnya, karena perbuatan itu bisa dilakukan oleh kodrat manusia; Saya makan, tertawa, tidur, berpikir, karena semua tindakan ini berjalan karena kodrat manusia. Saya tidak bertelur, kodrat burung yang melakukan hal itu; jika saya menggigit orang, saya tak mengeluarkan bisa padanya, karena  bisa disemburkan oleh kodrat ular; saya tak dapat hidup dalam air, kodrat ikan yang dapat melakukannya. Namun berpikir di lakukan oleh kodrat saya yang memutuskan perbuatan apa yang mungkin bagi saya; saya melakukannya, saya adalah pribadi ; kodrat adalah sumber atau asal dari seluruh operasi/tindakan, pribadi yang melakukan semuanya.

Terapkan hal di atas untuk mulai mengerti keberadaan Allah, kita dapat melihat bahwa ada satu kodrat ilahi, sebuah jawaban untuk pertanyaan “Apa itu Allah?”, satu sumber atau asal dari tindakan/operasi ilahi. Namun ada tiga pribadi yang semuanya memiliki satu kodrat. Untuk pertanyaan,” Siapa Engkau?” masing-masing pribadi dapat memberikan jawabanNya sendiri, Bapa atau Putera atau Roh Kudus. Tapi untuk pertanyaan “ Apakah Engkau?” jawabannya hanya satu,” Allah.” Karena masing-masing secara total memiliki satu Kodrat ilahi yang sama, dan Kodrat memutuskan apa keberadaannya.