Senin, 27 Agustus 2018

05. PENGERTIAN DASAR TRITUNGGAL MAHAKUDUS

Bahan hari kedua .....


HARI # 2 of 7, sebagaimana diajarkan oleh Romo / Father Dermot J. Dwyer:
teologi dasar:

SIAPA YANG WAFAT DI SALIB?
*(opt) Sarana opsional untuk mengajar
*KGK mengacu pada Katekismus terbaru.


**********DOA MOHON PENYERTAAN ROH KUDUS**********


Teologi:

Theos, berarti ALLAH. Logos, berarti "to know". Atheos atau ateis berarti, menentang ALLAH. 


Filosofi:
Adalah alasan dengan kecerdasan. Memutuskan dengan menggunakan pemikiran/kecerdasan


TRITUNGGAL MAHAKUDUS:

*KGK 232-267, *TB 27-29,43-46, *TS 88-89,96-98,112. 

1. Ada 3 PRIBADI dalam satu kodrat ALLAH, 3 pribadi untuk bersaksi bagi nama-Nya.
2. Masing-masing adalah pribadi, berbeda, tetapi tidak terpisah. Ketika yang satu berpikir, semua berpikir. Ketika satu yang memutuskan, semua memutuskan. * TB 29
3. Itu bukan tiga ALLAH (3 GODS) melainkan Satu. Saling merangkum, dalam ke tak terbatasan. * KGK 253, * TB 33.


PRIBADI/PERSON:

(review dari Hari # 1) *TB 27-28, *TS 91-95,110-114.

Pribadi/person adalah pusat pengaitan secara rasional. Orang memiliki tubuh, jiwa, dan roh.

Pribadi/person adalah jawaban dari pertanyaan "Siapa?"   *TS 240-241 


Pribadi yang rasional dapat:

1. Beralasan, berjalan, bicara, tertawa, tersenyum, tidur dan berpikir. *KGK 1704


KODRAT/NATURE:
(kodrat adalah sifat dari mahluk, red)
(review dari Hari # 1) *TB 28,90, *TS 91-95

1. Apa yang membuat 'sesuatu' menjadi 'apa' itu, dan sumber dari apa yang dapat        dilakukannya.  Kodrat merupakan jawaban dari  pertanyaan, "Apa?" * TS 240-
    241
2. Kodrat manusia adalah segala sesuatu dari atas kepala sampai telapak kaki,              segala sesuatu di dalam dan di luar.
3. ALLAH BAPA, PUTERA, dan ROH KUDUS semuanya memiliki Kodrat                    ALLAH. 

Note : (dari sumber katolik lain, CATHOLIC EVIDENCE TRAINING OUTLINES Compiled By                       Maisie Ward)

The distinction between "person" and "nature" is not an obscure philosophical one (bound up with—say—the Logos concept of Philo) but is part of all human thought: the very structure of human language is bound up with the distinction: if you ask "Who is that?" the answer is "John" if you ask "What is that?" the answer is "a man." The word "who" refers to the person, the word "what" to the nature.

—(i) Putting this in more philosophical language a "nature" is "the suchness of the being"—i.e. a principle of action, but of the "suchness" of the action. A rational nature is a principle of rational action, i.e. that nature gives the "suchness" of the action, i.e. its rationality.

—(ii) A "person" is the center of attribution (or responsibility) in a rational nature.

—(iii) Combining (i) and (ii) it is not to the nature that we attribute the acts but to the person: the nature conditions the "suchness" of the acts done by the person, so that the difference between "person" and "nature" is the difference between the actor and the principle of his activity.


The doctrine of the Trinity thus means that there is one single mind and one single will in God, which is three times focused: think of an infinite circle with a triple super-imposed center: if you said to God, "What are you?" He would reply "God"; if you said, "Who are you?" the answer would be a threefold "I." (Just as if Christ were asked "What are you?" the answer would be "God and man"; if asked "Who are you?" the answer would be "God.")


Since there is thus a clear distinction between the meanings of the words "person" and "nature" no one can say there is any contradiction in having three persons in one nature (or, in the Incarnation, having one person in two natures) merely because our sole human experience is of one person per nature.


SPIRIT OF A PERSON: *TB 10,60-61, *TS 141-142,

   1. Memiliki kecerdasan. Berpengetahuan, beralasan, berpikir, dan memiliki                   gagasan/idea.
   2. Memiliki kehendak bebas. Kehendak memutuskan, menggunakan daya                       "Kehendak" dan "Tak Berkehendak". 
Dengan kebebasan datang tanggung 
        jawab, pilihan bebas dan kehendak bebas.


KETERBATASAN  LAWAN KETAKTERBATASAN: *TB 20


1. Selesai berarti akhir, itu berati terbatas. Dia memiliki batas. Manusia butuh waktu untuk membuahkan keturunan. Ketakterbatasan tidak memiliki akhir. Tidak ada keabadian sebagian. Keabadian itu utuh. Dia tidak terputus. Dia adalah suatu hal yang tidak dapat dipisahkan. ALLAH adalah contoh sederhananya. * TS 101


2. Pikiran kita terlalu sempit, lemah, terbatas, kecil, dan pikiran kita terbatas untuk memahami makna keabadian, atau untuk mengetahui segala sesuatu. Kita tidak bisa tahu  tentang segala sesuatu, tetapi kita bisa tahu banyak tentang itu. Tidak ada manusia yang memiliki semua pengetahuan. Setiap orang hanya memiliki sedikit pengetahuan.


BAPA / PUTERA:

*TB 45, *TS 99-106


1. Anak adalah asal mula makhluk hidup yang berasal dari makhluk hidup melalui komunikasi substansi dengan rupa kodrat. Artinya, Kehidupan berasal dari kehidupan. Semuanya berasal dari dalam orang tua.
     * (pilihan) Kehidupan di dunia ini harus datang dari luar dunia ini. Hidup tidak dimulai di dunia ini. Dia yang hidup, memberi hidup.
   2. Sang putra mendapatkan kodratnya dari bapanya dan ia harus memiliki kodrat yang sama dengan sang bapa. Anak tikus adalah tikus. Anak manusia adalah manusia.  PUTERA ALLAH adalah ALLAH. * TS 99-100
   3. PUTERA adalah yang seluruhnya kuat dan tahu semua. PUTERA adalah ALLAH dalam segala hal.
   4. Dalam kehidupan manusia, bapa lebih tua dari sang putra menurut waktu. Dalam kehidupan Ilahi, BAPA TIDAK lebih tua dari PUTERA. Mereka berada di luar ruang dan waktu. * TS 108, (Tentukan waktu dan ruang, gunakan lembar definisi).
   5. Yoh 8:58, "SEBELUM ABRAHAM ada, AKU ADA." * TS 56-57.
      Itu berarti TUHAN tidak memiliki masa lalu dan tidak ada masa depan. DIA SEKARANG, hadir secara kekal.
      YAHWEH adalah, "AKULAH ADALAH AKU", seperti yang ditunjukkan dalam Kel 3: 13-15.
   6. Kita adalah gambar ALLAH (Kej 1: 26-27), tetapi DIA tidak seperti kita karena Kodrat Ilahi-Nya.
   7. FIRMAN (Yoh 1: 1) bukan kata yang diucapkan. * KGK 104, * TS 102. FIRMAN ALLAH adalah kata mental.
       Sebuah kata adalah ekspresi pemikiran seseorang, jadi Kristus adalah ekspresi dari pikiran Bapa.
      BAPA memiliki pikiran, ide, yang sesuai dengan ALLAH.
      ALLAH, yang mengetahui diriNya dengan pengetahuan yang tak terbatas, dan berpikir tentang diriNya dengan kekuatan yang tak terbatas (TS 110), menghasilkan sebuah ide, sebuah pemikiran tentang diriNya. Tidak ada apa pun di dalam pemikir yang bukan pikiran tentang dirinya, * TS 104. Gagasannya ada pada kodrat si pemikir, sehingga gagasan dalam Kodrat ALLAH adalah segalanya dari ALLAH.
      Idenya semua tahu, semua sempurna, semua kuat. * TS 74, * TS 102-110

   8. PUTERA ALLAH, FIRMAN, yang dihasilkan oleh akal  ALLAH, datang kepada kita melalui kecerdasan ALLAH. * KGK 320


ROH KUDUS/HOLY SPIRIT:

*TB 45-46, *TS 105-108

   1. ROH dalam bahasa Yunani adalah  PNEUMA, dalam Latin adalah SPIRATE,           dalam bahasa Inggris BREATH. *TS 106
   2. ROH KUDUS berasal dari  BAPA dan PUTERA melalui kehendakNya.

          sang BAPA >--------Mengasihi--------> sang PUTERA
     sang PUTERA >--------Mengasihi-------->sang BAPA

      Ini keadaan penuh kasih, aura yang dinikmati para kekasih. *TS 107
   3. Roh Kudus hadir dari Kasih BAPA untuk PUTERA, dan dari PUTERA untuk BAPA ...
       
Tidak ada apa pun di dalam BAPA dan PUTERA yang tidak ada dalam KASIH-NYA.*TS 105
   4. "Then the Lord GOD formed man out of the dust of the ground and BREATHED into his nostrils the BREATH OF LIFE, and man became a LIVING BEING." GEN 2:7

"Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan NAFAS HIDUP ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi MAHLUK YANG HIDUP" ( Kej 2:7 ) 



YESUS mengambil  kodrat manusia. DIA satu pribadi dengan dua kodrat.  *TB 28,*TS 239

                                 Pribadi pertama:        pribadi kedua:               pribadi ketiga:

Pribadi, (Who?) :   ALLAH-BAPA         ALLAH-PUTERA       ALLAH-ROHKUDUS
Kodrat, (What?):         Ilahi                      Ilahi, manusia                      Ilahi 


PERTANYAAN: YESUS

1. Apakah JESUS suatu pribadi ilahi ?......................(  )
2. Apakah JESUS suatu pribadi manusia ?......................(  )
3. Apakah JESUS memiliki satu kodrat ALLAH / Ilahi ?...............(  )
4. Apakah JESUS memiliki satu kodrat manusia ?...............(  )
5. Apakah JESUS memiliki satu Jiwa ?...................(  ) 


PERTANYAAN: JESUS, SANG KRISTUS

1. Apakah DIA memiliki pikiran Ilahi ?...................(  )
2. Apakah DIA memiliki pikiran manusia ?...................(  )
3. Apakah DIA memiliki kehendak Ilahi ?...........................(  )
4. Apakah DIA memiliki kehendak manusia ?...........................(  ) 


MARIA/MARY:

1. MARIA adalah ibu TUHAN. Yoh 1:1,14
2. MARIA melahirkan seseorang yang memiliki kodrat.

   a. Apakah DIA ibu dari seorang pribadi Ilahi? ...................................... ( )
   b. Apakah DIA ibu dari seorang pribadi manusia? ............................... ( )
   c. Apakah DIA ibu dari seseorang dengan pribadi Ilahi? ..................... ( )
   d. Apakah DIA ibu dari seseorang dengan pribadi manusia? .............. ( )

3. Bagaimana mungkin Maria, seorang yang diciptakan oleh ALLAH, menjadi Bunda ALLAH? (2a, 2c)


On the Cross, JESUS was dying in His human nature, and living in His Divine nature. He was both living and dead at the same time.
Persons, (WHO?), not natures, (WHAT?), die. (?) The (Divine) 
PERSON of JESUS died. Therefore, GOD died.
(read) ACTS 3:15, *CCC 629-630, TB 89-93, PHIL2:5-11.
Read for a good explanation of who died: *TS 240-241,268-269.

Di atas Kayu Salib, YESUS sedang sekarat dalam kodrat manusia-Nya, dan hidup dalam kodrat Ilahi-Nya. Dia hidup dan mati pada saat bersamaan.
Pribadi, ("SIAPA?"), Bukan kodrat, ("APA?"), Mati. (?) PRIBADI (Ilahi) dari YESUS mati. Karena itu, TUHAN mati.
(Baca) Kis 3:15, * KGK 629-630, TB 89-93, Filp 2: 5-11.
Baca untuk penjelasan yang baik tentang siapa yang mati: * TS 240-241,268-269.

BACA ALKITAB untuk HARI # 2:
Roma 12 :, 1Kor 12:


BANTUAN STUDI: Tidak ada


***MENGUCAP TERIMA KASIH ATAS PENYERTAAN ROH KUDUS***


AKHIR HARI # 2

DAFTAR PERTANYAAN


Question: Jesus
Was Jesus a Divine person.............
Was Jesus a human person.............
Did Jesus have a Divine nature.......
Did Jesus have a human nature......
Did Jesus have a human soul..........
Question: Jesus the Christ
Did He have a Divine intellect.........
Did He have a human intellect........
Did He have a Divine will................
Did He have a human will...............
Mary:
Was she the mother of a Divine person...............................
Was she the mother of a human person..............................
Was she the mother of a person with a Divine nature.........
Was she the mother of a person with a human nature........

1.     Did (does) JESUS have a human soul? 

2.     Can GOD suffer? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar